Myeong Ju dan
Mo Yeon membicarakan berlian yang ada di depan mereka. Lalu Mo Yeon menanyakan
bagaiamana jika mereka positif tertular. Myeong Ju malah menanyakan balik, apa
Mo Yeon takut. Mo Yeon mengatakan memangnya Myeong Ju tidak takut. Myeong Ju
sudah mengataka apa yang paling ditakutkannya, yaitu berpisah dari Dae Young.
Dae Young pun
masuk ke ruang karantina dengan Si Jin yang menyuslnya, lalu langsung memeluk
Myeon Ju. Myeong Ju pun tahu ia positif terkena virus. Myeong Ju meminta Si Jin
membawa Dae Young keluar, tapi Dae Young menolak untuk pergi. Myeong Ju menggunakan
pangkatnya di dalam tentara untuk memaksa Dae Young keluar dari ruang
karantina.
Setelah Dae
Young, Si Jin, dan Mo Yeon pergi, Myeong Ju berganti baju dan dirawat di ruang
karantina, bersama Manager Jin.
Saat diambil
sampel darahnya oleh Mo Yeon, Dae Young menanyakan kemungkinan Myeong Ju akan
mati atau tidak, karena ia mendengar virus itu tidak lebih baik daripada ebola.
Mo Yeon mengatakan Myeong Ju masih muda dan sehat, dan memiliki daya tahan
tubuh yang lebih baik. Walaupun masih belum begitu yakin, Dae Young menerima
penjelasan Mo Yeon dan tidak bertanya lagi.
Sebaliknya
saat di luar, pada Si Jin, Mo Yeon mengatakan sistem imun yang baik pun bisa
menimbulkan masalah yang lain. Tapi ia berjanji akan melakukan yang terbaik
yang bisa ia lakukan dengan segala cara karena melawan virus adalah perang
seorang dokter. Si Jin lega karena Myeong Ju memiliki rekan kerja yang bisa
diandalkan.
Mo Yeon dan Si
Jin menyampaikan kabar tentang ditemukannya virus M3 pada semua bawahan mereka
dan menjadikan medicube sebagai tempat dasar mengobati pasien terkena virus M3.
Mereka menyampaikan tindakan yang akan mereka lakukan untuk mencegah virus itu
menyebar.
Semua tim
medis dan tentara diambil sampel darah untuk diperiksa. Sang Hyun terlihat
terbatuk-batuk dan di tempatkan di ruang isolasi.
Ja Ae
membawakan laptop untuk Sang Hyun karena ia beralasan bosan dan ingin bermain
game. Ja Ae mengecek suhu tubuh Sang Hyun dan mengambil sampel darah Sang Hyun.
Sang Hyun menggoda Ja Ae yang selalu pintar mengambil sampel darah. Ja Ae
membantah dan mengakui ia memang gagal dan hampir saja membuat lengan temannya
kedokterannya mau patah.
Sang Hyun
lagi-lagi menggoda Ja Ae yang kali ini bersikap lembut padanya. Apa kau pikir
aku akan mati?, tanya Sang Hyun. Ja Ae menepuk punggung Sang Hyun dengan keras,
Sang Hyun mengatakan ia hanya demam biasa saja dan berpesan agar Sang Hyun
memanggilnya jika merasa sakit.
Saat Ja Ae
akan keluar dari ruang karantina, Sang Hyun bertanya, bagaimana kalau aku
merasakan merindukanmu?
“Aku tetap
akan datang,” jawab Ja Ae dan kemudian keluar dari ruang isolasi.
Si Jin
mengunjungi Dae Young yang ditempatkan di gudang tempat Si Jin pernah ditahan. Dae Young menanyakan keadaan Myeong
Ju pada Si Jin. Si Jin menyuruh Dae Young untuk tidak khawatir karena Myeong Ju
bukan pasien tapi masih seorang dokter, Myeong Ju sibuk mengobati Manager Jin
dan dirinya sendiri. Dae Young meminta Si Jin menyampaikan pada Myeong Ju bahwa
keadaannya baik-baik saja dan meminta Myeong Ju agar tidak khawatir.
Si Jin
memberikan walkie talkie pada Dae Young, menyuruhnya berbicara dengan Myeong Ju
di channel 3. “Aku membayar utang karena telah membiarkan Dr. Kang menjengukku
dulu,” ucap Si Jin lagi. Dae Young mengambil walkie talkie dan mengucapkan
terima kasih pada Shi Jin. Si Jin pun pamit pergi.
Dae Young
menghidupkan walkie talkie dan terdengar suara Myeong Ju. Dae Young menanyakan
keadaan Myeong Ju, Myeong Ju menjawab ia merindukan Dae Young. Dae Young
terdiam sesaat lalu menanyakan apakah Myeong Ju sudah makan. Myeong Ju menjawab
kalau ia merindukan Dae Young lagi. Dae Young terdiam lagi.
Myeong Ju
menanyakan balik bagaimana keadaan Dae Young, tapi Dae Young hanya diam saja,
hingga Myeong Ju menggerutu, seharusnya Dae Young juga menjawabnya karena ia
sudah menjawab pertanyaannya.
Dae Young
menjawab kalau ia juga merindukan Myeong Ju. Myeong Ju mulai menangis dan
bertanya apakah Dae Young sudah makan. Dae Young juga mengatakan kalau ia
merindukan Myeong Ju.
Myeong Ju
menyahut ia tahu. Dae Young bertanya apakah Myeong Ju menangis. Myeong Ju
menahan tangisnya, lalu bertanya, apa Dae Young masih ingat pada pertemuan
kedua mereka, saat ia memakai gaun putih, saat itu Dae Young mengatakan konsepnya
adalah hantu perawan.
“Kalau aku
mengingatnya sekarang, apakah baju itu adalah pertanda? Jika aku mati sekarang,
aku akan menjadi ‘Hantu Perawan’. Tidak adil sekali.” Kata Myeong Ju
“Kau adalah
malaikat. Yoon Myung Ju adalah seorang malaikat sejak dia masuk dalam hidupku.
Kau harus tahu itu,” ucap Dae Young.
“Sekarang
saat aku sakit, kau jadi baik begini. Mau hantu ataupun malaikat, dua-duanya
sudah mati,” ujar Myeong Ju lagi, dan sepertinya tidak didengar oleh Dae Young
karena walkie talkie sudah dimatikan.
Mo Yeon menghubungi
Daniel, memberitahu bahwa sampai hasil test keluar, Medicube ditetapkan sebagai
tempat karantina virus M3 dan untuk pasien lain mereka akan merawatnya di
klinik sementara. Mo Yeon menanyakan kapan vaksin yang ia minta akan sampai.
Daniel mengatakan ia sudah mengirimkan permintaan dan paling lambat besok akan
tiba.
Si Jin memberikan
laporan pada Byung Soo di kamp Taebaek
bahwa mereka telah mencari orang-orang yang berhubungan dengan Young Su
dan sudah mengkarantina mereka. Byung Soo takut tertular virus, ia menyuruh Si Jin meletakkan kertas yang Si Jin
bawa di meja yang lain. Ia dan asistennya juga sudah memakai masker.
Byung Soo
meminta Si Jin memindahkan Myeong Ju segera ke rumah sakit militer Amerika,
karena ia tidak mau personelnya juga ikut terinfeksi. Karena nanti, mereka
tidak akan bisa pulang ke Korea walaupun tugas mereka sudah selesai. Si Jin
menolak melakukan itu, karena menurut prosedur, medicube sudah ditetapkan
sebagai tempat karantina penyakit M3. “Ini adalah perang melawan penyakit
menular, perang melawan musuh yang tidak terlihat. Jika kita tidak mengikuti
aturan, kita semua akan tertular,” ucap Si Jin lagi.
Byung Soo
kesal sekali karena malah dicermahi oleh Si Jin. Byung Soo pun terpaksa
menerimanya, dan meminta Si Jin berjanji agar mereka semua tidak sampai
tertular. Si Jin mengerti dan menutup laporannya dengan memberi hormat pada
Byung Soo.
Dokter di
rumah sakit Hae Sung juga mendengar berita tentang virus M3 yang melanda Mohuru
dan dua orang WN Korea telah terjangkit virus tersebut. Ji Soo langsung
menghubungi Mo Yeon dan satu dokter lagi menghubungi Sang Hyun. Tapi keduanya
tidak menjawab telepon mereka. Hee Eun juga menghubungi seseorang dan berhasil,
teman-temannya mengira Hee Eun menghubungi Chi Hoon ternyata ia menghubungi ibu
mertuanya.
Ketua Hoon
kesal sekali karena dalam sebulan ini tim medis di Urk membuatnya sakit kepala.
Ibu Chi Hoon datang dan memarahi Ketua Hoon, menuntut untuk memulangkan Chi
Hoon dalam waktu 24 jam. Ia juga menyuruh Ketua Hoon untuk pergi ke Urk,
menjemput Chi Hoon. Tentu saja Ketua Hoon menolak pergi ke sana, dan itu
membuat ibu Chi Hoon semakin marah, mengancam akan memutuskan hubungan dengan
ibu Ketua Hoon. Ketua Hoon pun berjanji akan segera memulangkan Chi Hoon.
Saat itulah,
Ji Soo mendapatkan SMS dari Sang Hyun. Ia meminta Ji Soo mencari beberapa
jurnal tentang virus M3 yang belum dipublish di internet dan mengirimkan
padanya. Karena cukup banyak dan untuk menghemat waktu, Ji Soo memotretnya dan
mengirimkannya pada Sang Hyun. Walaupun dalam keadaan sakit, Sang Hyun langsung
mempelajari jurnal tersebut mencari penawar obat melawan virus M3.
Min Jae dan
Ki Bum datang, kagum melihat Sang Hyun yang masih belajar padahal sedang sakit.
Mereka melihat banyak sekali post-it yang ditempelkan di tirai plastik yang
mengelilingi Sang Hyun. Mereka juga melihat Sang Hyun yang tidak berhenti makan
kacang dan menanyakan apakah Sang Hyun lapar. Sang Hyun mengatakan, saat ia
belajar keras, ia selalu merasa harus makan. Bagi seorang dokter, kondisi
seperti ini adalah perang, jadi ia harus menjaga staminanya.
Min Jae dan
Ki Bum menyemangati Sang Hyun, kemudian pindah ke tempat Myeong Ju, mengambil
tempat makan Myeong Ju.
Min Jae melihat Young Su dan bertanya apakah Young Su akan
hidup. Myeong Ju menjawab Young Su sudah sadar tapi pernapasannya tidak stabil,
dan sepertinya 2 atau 3 hari ke depan adalah masa kritis Young Su.
Ki Bum
bercerita, ia mendengar mereka mengeluarkan sekepal berlian dari dalam perut
Young Su. Min Jae senang karena dugaannya memang benar. Lalu ia bertanya pada
Myeong Ju, berapa nilai dari berlian itu.
Myeong Ju
menerka, mungkin seharga 20 miliar dolar? Ki Bum dan Min Jae sangat kaget.
Mereka baru mengerti kenapa Young Su mau mengorbankan nyawanya demi berlian
itu.
Si Jin
melihat Mo Yeon duduk di tangga di depan kantornya sambil memijit-mijit
kakinya. Mo Yeon mengatakan, ia menunggu Si Jin pulang dari Taebaek Camp dan
menanyakan kapan hasil tes darah keluar. Si Jin menjawab paling cepat besok
sore dan akan gikirim via fax. Mo Yeon
merasa lega karena ternyata lebih cepat dari perkiraannya.
Si Jin
bertanya apa tipe darah Mo Yeon. Tapi Mo Yeon malah menggoda Si Jin, kalau sebenarnya
Si Jin ingin menanyakan tipe idealnya dengan gaya yang imut. Si Jin menyuruh Mo
Yeon melakukannya beberapa kali dan Si Jin mengaku kalah.
Mo Yeon
merasa sangat senang karena ia berhasil melakukan candaan seperti yang biasa Si
Jin lakukan. Mo Yeon mengatakan ia ingin membuat Si Jin dan tidak khawatir dan
berjanji akan bekerja keras. Si Jin bertanya lagi apa tipe darah Mo Yeon. Dan Mo
Yeon masih mencandai Si Jin. Si Jin pura-pura kesal dan menyuruh Mo Yeon pergi.
Di aula, Mo
Yeon memeriksa beberapa orang anak. Fatima menerjemahkannya, mengatakan kalau
suhu tubuh mereka normal dan untuk sementara mereka harus pindah ke tempat yang
aman, karena di di sini ada virus yang berbahaya.
Tiba-tiba
lampu mati. Melalui walkie talkie, Myeong Ju melaporkan bahwa di ruang isolasi,
lampu juga padam. Mo Yeon teringat alat bantu pernafasan Young Su akan berhenti
bekerja saat tidak ada listrik dan berpesan pada Ja Ae untuk tetap bersama
anak-anak.
Di ruang
isolasi terjadi kegaduhan. Young Su mulai bergerak tidak terkendali membuat Ki
Bum dan Min Jae yang masih ada di sana meringkuk ketakutan di lantai. Chi Hoon
masuk, tanpa memakai baju steril dan naik ke tempat tidur, berusaha menahan
tubuh Young Su dengan sekuat tenaga. Busa berwarna putih mulai keluar dari
mulut Young Su. Chi Hoon memerintahkan Myeong Ju untuk mengambilkan penenang.
Sersan Choi berada
di dekat ruang isolasi sedang
memperbaiki listrik dan melihat apa yang terjadi di ruang isolasi. Ia berniat
akan masuk tapi Chi Hoon melarangnya karena Sersan Choi bisa tertular. Chi Hoon
mengatakan mereka akan menanganinya dan meminta Sersan Choi memperbaiki listrik
saja. Sersan Choi berjanji akan melakukannya dalam 10 menit.
Myeong Ju datang
membawa jarum suntik. Belum sempat Myeong Ju menyuntikkan obat, Young Su malah
menggigit lengan Chi Hoon. Ki Bum dan Min Jae semakin ketakutan. Myeong Ju
sendiri kaget dan segera menancapkan jarum suntik, kemudian Young Su melemah
dan gigitan Young Su terlepas.Tanpa mempedulikan kekhawatiran Myeong Ju, Chi
Hoon meminta Myeong Ju mengambilkan stateskop dan ternyata denyut jantung Young
Su sangat lemah. Chi Hoon menekan-nekan dada Young Su.
Mo Yeon yang
sudah memakai baju steril pun masuk, menggantikan Myeong Ju memegang alat
pernafasan ke mulut dan hidung Young Su. Mengetahui keadaan Chi Hoon yang
tergigit, Mo Yeon juga kaget dan mengkhawatirkan Chi Hoon. Tapi Chi Hoon
menyuruh mereka berdua untuk tidak berbicara padanya karena memompa dada Young
Su sangat melelahkan. Mo Yeon dan Myeong Ju tidak bisa mengatakan apapun lagi.
Akhirnya
listrik kembali menyala dan Young Su sudah kembali stabil. Mo Yeon membersihkan
luka Chi Hoon dan memberitahukan Chi Hoon, karena lengan Chi Hoon berdarah, maka
kemungkinan Chi Hoon terinfeksi virus akan meningkat. Kau tahu itu?, tanya Mo
Yeon. Chi Hoon menganggukkan kepalanya. “Berkat kau, pasien itu selamat. Kau
sudah menjadi seorang dokter sesungguhnya, Lee Chi Hoon.” puji Mo Yeon.
Ki Bum dan
Min Jae datang, mengatakan kalau mereka sudah selesai membersihkan dan Mo Yeon
mempersilahkan mereka pergi. Min Jae menatap Chi Hoon dan bertanya apakah CHi
Hoon sudah terkena virus. ‘Kita berdoa agar tidak. Tapi untuk saat ini ia harus
dikarantina,” ucap Mo Yeon.
Ki Bum memuji
Chi Hoon yang keren. Sebelum pergi, Min Jae mengatakan pada Chi Hoon, kalau
tadi Chi Hoon terlihat seperti dokter sesungguhnya. Chi Hoon menangis mendengar
ucapan Min Jae tadi, membuat Mo Yeon dan Myeong Ju heran, mengira Chi Hoon
terluka di tempat yang lain. Chi Hoo menggelengkan kepalanya, mengatakan kalau
ia baik-baik saja dan sekarang hidupnya sudah bisa tenang dan ia sudah bisa
kembali ke Korea.
Malam itu
juga Chi Hoon menelepon Hee Eun. Hee Eun menangis sekaligus kesal karena Chi
Hoon baru menghubunginya dan mengetahui Chi Hoon dikarantina. Ia sampai
berpikir mau menceraikan Chi Hoon setelah melahirkan. Hee Eun bertanya apakah
Chi Hoon juga terkena virus. Chi Hoon tertawa dan mengatakan ia mungkin
tertular tapi hasilnya belum keluar. Chi Hoon bercanda, mengatakan kalau Hee
Eun akan mendapatkan biaya pensiunnya dan Hee Eun akan menjadi seorang chaebol.
Hee Eun kesal sekali.
Sesaat
kemudian, Chi Hoon mengatakan ia mencintai Hee Eun, Hee Eun menangis bahagia,
dan mengatakan juga kalau itu baru benar-benar Chi Hoon yang ia kenal.
Daniel datang
ke Medicube untuk menjemput anak-anak dan membawa mereka pergi, serta
mengabarkan bahwa vaksin sudah tiba di kota dan sekitar 3 jam lagi akan tiba di
camp. Mo Yeon sangat senang mendengarnya.
Kabar gembira lain pun datang. Min
Jin membawa fax hasil pemeriksaan darah dan ternyata tidak seorang pun di camp
yang menderita penyakit itu.
Mo Yeon
bertanya apakah Si Jin sudah mendengar kabar itu. “Kapten Yoo sendiri yang
memberikan fax ini padaku. Dia pergi untuk mengeluarkan sersan Seo,” ujar Min
Jin senang. Mo Yeon sangat senang mendengarnya.
Dae Young dan
Si Jin langsung pergi ke ruang karantina dan melihat Myeong Ju yang sedang tidur,
memunggungi pintu masuk. Si Jin memberitahukan Dae Young bahwa Myeong Ju sudah
melakukan tugasnya sebagai tentara dan hampir tidak makan. Dae Young menjawab
ia tahu itu.
Si Jin memberitahukan
bahwa kata dokter, ada beberapa kasus yang menunjukkan gejala yang berbeda, ia
berharap itu juga terjadi pada Myeong Ju. “Dia memang wanita yang langka. Aku
harap dia baik-baik saja,” sahut Dae Young.
Si Jin
bercerita karena responya yang cepat, tidak ada korban yang terjangkit di kota,
bahkan setelah memberi vaksinasi level pencegahan akan diturunkan menjadi
perhatian. Karena itu PBB ingin berterima kasih pada komandan Mohuru dan itu
adalah dirinya. Tapi Dae Young sama sekali tidak merespon, pandangannya tetap
pada Myeong Ju.
Si Jin pun
bertanya apa Dae Young tak mendengarnya, Dae Young malah bertanya memangnya Si
Jin bilang apa tadi. Saat Si Jin mau mengulangi ceritanya,tiba-tiba terdengar
suara dari walkie talkie memanggil Big Boss, karena ada sesuatu yang terjadi di
kantin, jadi semua orang diharap untuk datang.
Si Jin dan
Dae Young langsung berlari dari sana. Setelah mereka pergi, Myeong Ju baru
membuka matanya dan membalikan badannya, menatap ke arah pintu masuk. Myeong Ju
mengambil ponselnya dengan perlahan, pandangannya mulai mengabur.
Sesampai di
kantin, Si Jin dan Dae Young kaget melihat sudah ada Argus dan seorang anak
buahnya diantara pasien yang sedang dirawat jalan. Mo Yeon mengira Argus datang
untuk memeriksa virus tapi Argus mengatakan tentara AS sudah memeriksanya
terlebih dahulu dan ia negatif. Ia hanya datang untuk menjenguk teman korea-nya,
Young Su.
Si Jin
berbohong, mengatakan kalau teman Argus tidak diterima di sini dan menyuruh
Argus pergi. Argus mengerti, mengatakan ia akan datang lain kali. Argus
menanyakan barangnya yang sangat mahal, apakah Si Jin melihatnya. Si Jin
mengatakan itu bukanlah barang yang hilang tapi barang yang ditemukan. Jadi ia
akan memberikan waktu 10 detik untuk Argus pergi dari sini.
Si Jin mulai
menghitung mundur. Argus tertawa, meremehkan dan merogoh saku dalam jasnya dan
serentak semua tentara yang ada mengeluarkan pistol, menodongkan ke arah Argus.
Ternyata yang dikeluarkan Argus adalah dua botol imunoglobulin. Argus
mengatakan itu hadiah untuk Young Su, ia meminta mereka menyelamatkan Young Su
karena ia masih punya banyak hal untuk dibicarakan dengan Young Su. Dan setelah
itu Argus mengajak anak buahnya pergi.
Setelah
mereka pergi, Si Jin dan Dae Young menduga Argus sudah mengetahui rencana
mereka dengan tentara AS, jadi mereka harus berwaspada. Ia berpesan pada Dae
Young untuk memperkuat keamanan di sekitar camp dan Dae Young menganggukkan
kepalanya.
Ja Ae
mendekati Mo Yeon, bertanya apakah itu orang yang melukai Fatima. Mo Yeon
menganggukan kepala dan menyuruh Ja Ae merawat Sang Hyun karena ia akan bersama
Fatima dulu. Hasil lab sudah keluar dan Sang Hyun baik-baik saja.
Bersambung ke part 2…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar