Sabtu, 09 April 2016

Sinopsis Descendants of the Sun Episode 11 Part 1




Myeong Ju dan Mo Yeon membicarakan berlian yang ada di depan mereka. Lalu Mo Yeon menanyakan bagaiamana jika mereka positif tertular. Myeong Ju malah menanyakan balik, apa Mo Yeon takut. Mo Yeon mengatakan memangnya Myeong Ju tidak takut. Myeong Ju sudah mengataka apa yang paling ditakutkannya, yaitu berpisah dari Dae Young.

Dae Young pun masuk ke ruang karantina dengan Si Jin yang menyuslnya, lalu langsung memeluk Myeon Ju. Myeong Ju pun tahu ia positif terkena virus. Myeong Ju meminta Si Jin membawa Dae Young keluar, tapi Dae Young  menolak untuk pergi. Myeong Ju menggunakan pangkatnya di dalam tentara untuk memaksa Dae Young keluar dari ruang karantina.

Setelah Dae Young, Si Jin, dan Mo Yeon pergi, Myeong Ju berganti baju dan dirawat di ruang karantina, bersama Manager Jin.


Saat diambil sampel darahnya oleh Mo Yeon, Dae Young menanyakan kemungkinan Myeong Ju akan mati atau tidak, karena ia mendengar virus itu tidak lebih baik daripada ebola. Mo Yeon mengatakan Myeong Ju masih muda dan sehat, dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik. Walaupun masih belum begitu yakin, Dae Young menerima penjelasan Mo Yeon dan tidak bertanya lagi.


Sebaliknya saat di luar, pada Si Jin, Mo Yeon mengatakan sistem imun yang baik pun bisa menimbulkan masalah yang lain. Tapi ia berjanji akan melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan dengan segala cara karena melawan virus adalah perang seorang dokter. Si Jin lega karena Myeong Ju memiliki rekan kerja yang bisa diandalkan.

Mo Yeon dan Si Jin menyampaikan kabar tentang ditemukannya virus M3 pada semua bawahan mereka dan menjadikan medicube sebagai tempat dasar mengobati pasien terkena virus M3. Mereka menyampaikan tindakan yang akan mereka lakukan untuk mencegah virus itu menyebar.

Semua tim medis dan tentara diambil sampel darah untuk diperiksa. Sang Hyun terlihat terbatuk-batuk dan di tempatkan di ruang isolasi.


Ja Ae membawakan laptop untuk Sang Hyun karena ia beralasan bosan dan ingin bermain game. Ja Ae mengecek suhu tubuh Sang Hyun dan mengambil sampel darah Sang Hyun. Sang Hyun menggoda Ja Ae yang selalu pintar mengambil sampel darah. Ja Ae membantah dan mengakui ia memang gagal dan hampir saja membuat lengan temannya kedokterannya mau patah.

Sang Hyun lagi-lagi menggoda Ja Ae yang kali ini bersikap lembut padanya. Apa kau pikir aku akan mati?, tanya Sang Hyun. Ja Ae menepuk punggung Sang Hyun dengan keras, Sang Hyun mengatakan ia hanya demam biasa saja dan berpesan agar Sang Hyun memanggilnya jika merasa sakit.

Saat Ja Ae akan keluar dari ruang karantina, Sang Hyun bertanya, bagaimana kalau aku merasakan merindukanmu?
“Aku tetap akan datang,” jawab Ja Ae dan kemudian keluar dari ruang isolasi.


Si Jin mengunjungi Dae Young yang ditempatkan di gudang tempat Si Jin pernah ditahan. Dae Young menanyakan keadaan Myeong Ju pada Si Jin. Si Jin menyuruh Dae Young untuk tidak khawatir karena Myeong Ju bukan pasien tapi masih seorang dokter, Myeong Ju sibuk mengobati Manager Jin dan dirinya sendiri. Dae Young meminta Si Jin menyampaikan pada Myeong Ju bahwa keadaannya baik-baik saja dan meminta Myeong Ju agar tidak khawatir.

Si Jin memberikan walkie talkie pada Dae Young, menyuruhnya berbicara dengan Myeong Ju di channel 3. “Aku membayar utang karena telah membiarkan Dr. Kang menjengukku dulu,” ucap Si Jin lagi. Dae Young mengambil walkie talkie dan mengucapkan terima kasih pada Shi Jin. Si Jin pun pamit pergi.



Dae Young menghidupkan walkie talkie dan terdengar suara Myeong Ju. Dae Young menanyakan keadaan Myeong Ju, Myeong Ju menjawab ia merindukan Dae Young. Dae Young terdiam sesaat lalu menanyakan apakah Myeong Ju sudah makan. Myeong Ju menjawab kalau ia merindukan Dae Young lagi. Dae Young terdiam lagi.

Myeong Ju menanyakan balik bagaimana keadaan Dae Young, tapi Dae Young hanya diam saja, hingga Myeong Ju menggerutu, seharusnya Dae Young juga menjawabnya karena ia sudah menjawab pertanyaannya.

Dae Young menjawab kalau ia juga merindukan Myeong Ju. Myeong Ju mulai menangis dan bertanya apakah Dae Young sudah makan. Dae Young juga mengatakan kalau ia merindukan Myeong Ju.

Myeong Ju menyahut ia tahu. Dae Young bertanya apakah Myeong Ju menangis. Myeong Ju menahan tangisnya, lalu bertanya, apa Dae Young masih ingat pada pertemuan kedua mereka, saat ia memakai gaun putih, saat itu Dae Young mengatakan konsepnya adalah hantu perawan.

“Kalau aku mengingatnya sekarang, apakah baju itu adalah pertanda? Jika aku mati sekarang, aku akan menjadi ‘Hantu Perawan’. Tidak adil sekali.” Kata Myeong Ju

“Kau adalah malaikat. Yoon Myung Ju adalah seorang malaikat sejak dia masuk dalam hidupku. Kau harus tahu itu,” ucap Dae Young.

“Sekarang saat aku sakit, kau jadi baik begini. Mau hantu ataupun malaikat, dua-duanya sudah mati,” ujar Myeong Ju lagi, dan sepertinya tidak didengar oleh Dae Young karena walkie talkie sudah dimatikan.


Mo Yeon menghubungi Daniel, memberitahu bahwa sampai hasil test keluar, Medicube ditetapkan sebagai tempat karantina virus M3 dan untuk pasien lain mereka akan merawatnya di klinik sementara. Mo Yeon menanyakan kapan vaksin yang ia minta akan sampai. Daniel mengatakan ia sudah mengirimkan permintaan dan paling lambat besok akan tiba.


Si Jin memberikan laporan pada Byung Soo di kamp Taebaek  bahwa mereka telah mencari orang-orang yang berhubungan dengan Young Su dan sudah mengkarantina mereka. Byung Soo takut tertular virus, ia  menyuruh Si Jin meletakkan kertas yang Si Jin bawa di meja yang lain. Ia dan asistennya juga sudah memakai masker.

Byung Soo meminta Si Jin memindahkan Myeong Ju segera ke rumah sakit militer Amerika, karena ia tidak mau personelnya juga ikut terinfeksi. Karena nanti, mereka tidak akan bisa pulang ke Korea walaupun tugas mereka sudah selesai. Si Jin menolak melakukan itu, karena menurut prosedur, medicube sudah ditetapkan sebagai tempat karantina penyakit M3. “Ini adalah perang melawan penyakit menular, perang melawan musuh yang tidak terlihat. Jika kita tidak mengikuti aturan, kita semua akan tertular,” ucap Si Jin lagi.

Byung Soo kesal sekali karena malah dicermahi oleh Si Jin. Byung Soo pun terpaksa menerimanya, dan meminta Si Jin berjanji agar mereka semua tidak sampai tertular. Si Jin mengerti dan menutup laporannya dengan memberi hormat pada Byung Soo.


Dokter di rumah sakit Hae Sung juga mendengar berita tentang virus M3 yang melanda Mohuru dan dua orang WN Korea telah terjangkit virus tersebut. Ji Soo langsung menghubungi Mo Yeon dan satu dokter lagi menghubungi Sang Hyun. Tapi keduanya tidak menjawab telepon mereka. Hee Eun juga menghubungi seseorang dan berhasil, teman-temannya mengira Hee Eun menghubungi Chi Hoon ternyata ia menghubungi ibu mertuanya.


Ketua Hoon kesal sekali karena dalam sebulan ini tim medis di Urk membuatnya sakit kepala. Ibu Chi Hoon datang dan memarahi Ketua Hoon, menuntut untuk memulangkan Chi Hoon dalam waktu 24 jam. Ia juga menyuruh Ketua Hoon untuk pergi ke Urk, menjemput Chi Hoon. Tentu saja Ketua Hoon menolak pergi ke sana, dan itu membuat ibu Chi Hoon semakin marah, mengancam akan memutuskan hubungan dengan ibu Ketua Hoon. Ketua Hoon pun berjanji akan segera memulangkan Chi Hoon.

Saat itulah, Ji Soo mendapatkan SMS dari Sang Hyun. Ia meminta Ji Soo mencari beberapa jurnal tentang virus M3 yang belum dipublish di internet dan mengirimkan padanya. Karena cukup banyak dan untuk menghemat waktu, Ji Soo memotretnya dan mengirimkannya pada Sang Hyun. Walaupun dalam keadaan sakit, Sang Hyun langsung mempelajari jurnal tersebut mencari penawar obat melawan virus M3.


Min Jae dan Ki Bum datang, kagum melihat Sang Hyun yang masih belajar padahal sedang sakit. Mereka melihat banyak sekali post-it yang ditempelkan di tirai plastik yang mengelilingi Sang Hyun. Mereka juga melihat Sang Hyun yang tidak berhenti makan kacang dan menanyakan apakah Sang Hyun lapar. Sang Hyun mengatakan, saat ia belajar keras, ia selalu merasa harus makan. Bagi seorang dokter, kondisi seperti ini adalah perang, jadi ia harus menjaga staminanya.


Min Jae dan Ki Bum menyemangati Sang Hyun, kemudian pindah ke tempat Myeong Ju, mengambil tempat makan Myeong Ju. 


Min Jae melihat Young Su dan bertanya apakah Young Su akan hidup. Myeong Ju menjawab Young Su sudah sadar tapi pernapasannya tidak stabil, dan sepertinya 2 atau 3 hari ke depan adalah masa kritis Young Su.

Ki Bum bercerita, ia mendengar mereka mengeluarkan sekepal berlian dari dalam perut Young Su. Min Jae senang karena dugaannya memang benar. Lalu ia bertanya pada Myeong Ju, berapa nilai dari berlian itu.
Myeong Ju menerka, mungkin seharga 20 miliar dolar? Ki Bum dan Min Jae sangat kaget. Mereka baru mengerti kenapa Young Su mau mengorbankan nyawanya demi berlian itu.


Si Jin melihat Mo Yeon duduk di tangga di depan kantornya sambil memijit-mijit kakinya. Mo Yeon mengatakan, ia menunggu Si Jin pulang dari Taebaek Camp dan menanyakan kapan hasil tes darah keluar. Si Jin menjawab paling cepat besok sore dan akan gikirim via  fax. Mo Yeon merasa lega karena ternyata lebih cepat dari perkiraannya.

Si Jin bertanya apa tipe darah Mo Yeon. Tapi Mo Yeon malah menggoda Si Jin, kalau sebenarnya Si Jin ingin menanyakan tipe idealnya dengan gaya yang imut. Si Jin menyuruh Mo Yeon melakukannya beberapa kali dan Si Jin mengaku kalah.

Mo Yeon merasa sangat senang karena ia berhasil melakukan candaan seperti yang biasa Si Jin lakukan. Mo Yeon mengatakan ia ingin membuat Si Jin dan tidak khawatir dan berjanji akan bekerja keras. Si Jin bertanya lagi apa tipe darah Mo Yeon. Dan Mo Yeon masih mencandai Si Jin. Si Jin pura-pura kesal dan menyuruh Mo Yeon pergi.


Di aula, Mo Yeon memeriksa beberapa orang anak. Fatima menerjemahkannya, mengatakan kalau suhu tubuh mereka normal dan untuk sementara mereka harus pindah ke tempat yang aman, karena di di sini ada virus yang berbahaya.

Tiba-tiba lampu mati. Melalui walkie talkie, Myeong Ju melaporkan bahwa di ruang isolasi, lampu juga padam. Mo Yeon teringat alat bantu pernafasan Young Su akan berhenti bekerja saat tidak ada listrik dan berpesan pada Ja Ae untuk tetap bersama anak-anak.


Di ruang isolasi terjadi kegaduhan. Young Su mulai bergerak tidak terkendali membuat Ki Bum dan Min Jae yang masih ada di sana meringkuk ketakutan di lantai. Chi Hoon masuk, tanpa memakai baju steril dan naik ke tempat tidur, berusaha menahan tubuh Young Su dengan sekuat tenaga. Busa berwarna putih mulai keluar dari mulut Young Su. Chi Hoon memerintahkan Myeong Ju untuk mengambilkan penenang.

Sersan Choi berada di dekat ruang isolasi  sedang memperbaiki listrik dan melihat apa yang terjadi di ruang isolasi. Ia berniat akan masuk tapi Chi Hoon melarangnya karena Sersan Choi bisa tertular. Chi Hoon mengatakan mereka akan menanganinya dan meminta Sersan Choi memperbaiki listrik saja. Sersan Choi berjanji akan melakukannya dalam 10 menit.

Myeong Ju datang membawa jarum suntik. Belum sempat Myeong Ju menyuntikkan obat, Young Su malah menggigit lengan Chi Hoon. Ki Bum dan Min Jae semakin ketakutan. Myeong Ju sendiri kaget dan segera menancapkan jarum suntik, kemudian Young Su melemah dan gigitan Young Su terlepas.Tanpa mempedulikan kekhawatiran Myeong Ju, Chi Hoon meminta Myeong Ju mengambilkan stateskop dan ternyata denyut jantung Young Su sangat lemah. Chi Hoon menekan-nekan dada Young Su.


Mo Yeon yang sudah memakai baju steril pun masuk, menggantikan Myeong Ju memegang alat pernafasan ke mulut dan hidung Young Su. Mengetahui keadaan Chi Hoon yang tergigit, Mo Yeon juga kaget dan mengkhawatirkan Chi Hoon. Tapi Chi Hoon menyuruh mereka berdua untuk tidak berbicara padanya karena memompa dada Young Su sangat melelahkan. Mo Yeon dan Myeong Ju tidak bisa mengatakan apapun lagi.


Akhirnya listrik kembali menyala dan Young Su sudah kembali stabil. Mo Yeon membersihkan luka Chi Hoon dan memberitahukan Chi Hoon, karena lengan Chi Hoon berdarah, maka kemungkinan Chi Hoon terinfeksi virus akan meningkat. Kau tahu itu?, tanya Mo Yeon. Chi Hoon menganggukkan kepalanya. “Berkat kau, pasien itu selamat. Kau sudah menjadi seorang dokter sesungguhnya, Lee Chi Hoon.” puji Mo Yeon.

Ki Bum dan Min Jae datang, mengatakan kalau mereka sudah selesai membersihkan dan Mo Yeon mempersilahkan mereka pergi. Min Jae menatap Chi Hoon dan bertanya apakah CHi Hoon sudah terkena virus. ‘Kita berdoa agar tidak. Tapi untuk saat ini ia harus dikarantina,” ucap Mo Yeon.



Ki Bum memuji Chi Hoon yang keren. Sebelum pergi, Min Jae mengatakan pada Chi Hoon, kalau tadi Chi Hoon terlihat seperti dokter sesungguhnya. Chi Hoon menangis mendengar ucapan Min Jae tadi, membuat Mo Yeon dan Myeong Ju heran, mengira Chi Hoon terluka di tempat yang lain. Chi Hoo menggelengkan kepalanya, mengatakan kalau ia baik-baik saja dan sekarang hidupnya sudah bisa tenang dan ia sudah bisa kembali ke Korea.


Malam itu juga Chi Hoon menelepon Hee Eun. Hee Eun menangis sekaligus kesal karena Chi Hoon baru menghubunginya dan mengetahui Chi Hoon dikarantina. Ia sampai berpikir mau menceraikan Chi Hoon setelah melahirkan. Hee Eun bertanya apakah Chi Hoon juga terkena virus. Chi Hoon tertawa dan mengatakan ia mungkin tertular tapi hasilnya belum keluar. Chi Hoon bercanda, mengatakan kalau Hee Eun akan mendapatkan biaya pensiunnya dan Hee Eun akan menjadi seorang chaebol. Hee Eun kesal sekali.

Sesaat kemudian, Chi Hoon mengatakan ia mencintai Hee Eun, Hee Eun menangis bahagia, dan mengatakan juga kalau itu baru benar-benar Chi Hoon yang ia kenal.


Daniel datang ke Medicube untuk menjemput anak-anak dan membawa mereka pergi, serta mengabarkan bahwa vaksin sudah tiba di kota dan sekitar 3 jam lagi akan tiba di camp. Mo Yeon sangat senang mendengarnya. 


Kabar gembira lain pun datang. Min Jin membawa fax hasil pemeriksaan darah dan ternyata tidak seorang pun di camp yang menderita penyakit itu.

Mo Yeon bertanya apakah Si Jin sudah mendengar kabar itu. “Kapten Yoo sendiri yang memberikan fax ini padaku. Dia pergi untuk mengeluarkan sersan Seo,” ujar Min Jin senang. Mo Yeon sangat senang mendengarnya.


Dae Young dan Si Jin langsung pergi ke ruang karantina dan melihat Myeong Ju yang sedang tidur, memunggungi pintu masuk. Si Jin memberitahukan Dae Young bahwa Myeong Ju sudah melakukan tugasnya sebagai tentara dan hampir tidak makan. Dae Young menjawab ia tahu itu.

Si Jin memberitahukan bahwa kata dokter, ada beberapa kasus yang menunjukkan gejala yang berbeda, ia berharap itu juga terjadi pada Myeong Ju. “Dia memang wanita yang langka. Aku harap dia baik-baik saja,” sahut Dae Young.

Si Jin bercerita karena responya yang cepat, tidak ada korban yang terjangkit di kota, bahkan setelah memberi vaksinasi level pencegahan akan diturunkan menjadi perhatian. Karena itu PBB ingin berterima kasih pada komandan Mohuru dan itu adalah dirinya. Tapi Dae Young sama sekali tidak merespon, pandangannya tetap pada Myeong Ju.

Si Jin pun bertanya apa Dae Young tak mendengarnya, Dae Young malah bertanya memangnya Si Jin bilang apa tadi. Saat Si Jin mau mengulangi ceritanya,tiba-tiba terdengar suara dari walkie talkie memanggil Big Boss, karena ada sesuatu yang terjadi di kantin, jadi semua orang diharap untuk datang.


Si Jin dan Dae Young langsung berlari dari sana. Setelah mereka pergi, Myeong Ju baru membuka matanya dan membalikan badannya, menatap ke arah pintu masuk. Myeong Ju mengambil ponselnya dengan perlahan, pandangannya mulai mengabur.


Sesampai di kantin, Si Jin dan Dae Young kaget melihat sudah ada Argus dan seorang anak buahnya diantara pasien yang sedang dirawat jalan. Mo Yeon mengira Argus datang untuk memeriksa virus tapi Argus mengatakan tentara AS sudah memeriksanya terlebih dahulu dan ia negatif. Ia hanya datang untuk menjenguk teman korea-nya, Young Su.


Si Jin berbohong, mengatakan kalau teman Argus tidak diterima di sini dan menyuruh Argus pergi. Argus mengerti, mengatakan ia akan datang lain kali. Argus menanyakan barangnya yang sangat mahal, apakah Si Jin melihatnya. Si Jin mengatakan itu bukanlah barang yang hilang tapi barang yang ditemukan. Jadi ia akan memberikan waktu 10 detik untuk Argus pergi dari sini.

Si Jin mulai menghitung mundur. Argus tertawa, meremehkan dan merogoh saku dalam jasnya dan serentak semua tentara yang ada mengeluarkan pistol, menodongkan ke arah Argus. Ternyata yang dikeluarkan Argus adalah dua botol imunoglobulin. Argus mengatakan itu hadiah untuk Young Su, ia meminta mereka menyelamatkan Young Su karena ia masih punya banyak hal untuk dibicarakan dengan Young Su. Dan setelah itu Argus mengajak anak buahnya pergi.


Setelah mereka pergi, Si Jin dan Dae Young menduga Argus sudah mengetahui rencana mereka dengan tentara AS, jadi mereka harus berwaspada. Ia berpesan pada Dae Young untuk memperkuat keamanan di sekitar camp dan Dae Young menganggukkan kepalanya.

Ja Ae mendekati Mo Yeon, bertanya apakah itu orang yang melukai Fatima. Mo Yeon menganggukan kepala dan menyuruh Ja Ae merawat Sang Hyun karena ia akan bersama Fatima dulu. Hasil lab sudah keluar dan Sang Hyun baik-baik saja.
Bersambung ke part 2…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar